Phone/Fax : +62 24 76440009 prodi.dis@gmail.com

Pertahankan Disertasi Politik di Jawa

SEMARANG– Kandidat doktor Undip Wisnu Suhardono meraih predikat cumlaude dalam ujian promosi terbuka di Gedung Sekolah Pascasarjana, Rabu (14/12). Dia, lulus menerima pujian akademik, setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul Pemilu di Jawa Studi tentang Model Kombinatif Perilaku Memilih Partai Golkar di Tiga Daerah.

Uji keilmuan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Jateng itu, dipimpin Dekan FISIP Undip Dr Sunarto.

“Hasil riset saya menunjukkan perilaku pemilih ternyata sangat ditentukan tujuh faktor utama. Hal itu mencakup kondisi sosiologis, psikologis, ekonomi, mesin partai, parpol lawan, calon, hingga kecenderungan dinasti politik,” terang Wisnu pada ujian promosi kemarin.

Selain tim penguji, promosi terbuka dihadiri banyak tokoh nasional. Misalnya, Ketua DPR Setya Novanto, mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, mantan Menko Kesra Agung Laksono, mantan Menperindag Fahmi Idris, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, mantan Menko Polkam Joko Suyanto, hingga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo.

Selain itu, Wagub Jateng Heru Sujatmoko, CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono, mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Bupati Demak M Nasir, hingga Bupati Kudus Mustafa.

Adapun di jajaran tim penguji Prof Nurdin H Kistanto PhD (promotor), Prof Burhan Djabir Magenda PhD (copromotor), dan Budi Setiyono PhD (copromotor). Kemudian juga Prof Dr Ravik Karsidi, Dr Fadel Muhammad, Dr Teguh Yuwono, Dr Edi Santosa, dan HasyimAsyari PhD.

Model Kombinatif

Wisnu menambahkan temuan mengenai perilaku pemilih ini, disebut model kombinatif. Kendati demikian model ini masih perlu diuji dalam konteks pemilih yang berbeda. Sejauh ini, riset hanya membatasi pada pemilih di kalangan Partai Golkar. Meski begitu penelitian ini, tetap memberikan sumbang saran besar untuk ilmu dan pengetahuan.

Dia menguraikan perilaku memilih menjadi studi penting dalam bidang ilmu politik. Wisnu pun mengklaim penelitian yang dia jalankan unik secara fokus dan konteks. Utamanya pada perilaku pemilih Partai Golkar. Penelitian ini memotret perilaku pemilih di Sragen, Batang, dan Cilacap yang didominasi parpol lain. Faktanya pada proses pemilukada 2011 dan 2012, kepala daerahnya justru dimenangi calon Partai Golkar.(H41-47)

sumber : Suara Merdeka 15 Desember 2016